Langsung ke konten utama
DIALOG DAUN Sebuah ruang tempat udara tak bersekatAda yang semula melekatMenginginkan berpisah rampahJatuh tak tersungkur, tak tertumpah"Ijinkan aku jatuh, untuk tau
bagaimana asalku""Bagaimana asal muasal tanah menggerus
muram, atu debur mendengkur riang"Batang lemah perangainya, pipinya Membenci tangis." aku lupa usia Tuhan, tapi aku akan
memenggal waktu, jika waktu menghantammu"Daun bersikukuh, "kau tak akan lupa
caramu mengajariku menyeka air mata""Aku merindukan lapuk, do'a adalah
ketika angin menggempurku", dan rantingmu
tak akan patah, kala ku memilih jatuh.Dan jangan sekali-kali kau membenci angin,
ialah do'a setiap orang yang merindu, kering dan rapuh.
- Wasis Zagara -
mantab
BalasHapus