Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019
 DIALOG DAUN   Sebuah ruang tempat udara tak bersekat Ada yang semula melekat Menginginkan berpisah rampah Jatuh tak tersungkur, tak tertumpah "Ijinkan aku jatuh, untuk tau bagaimana asalku" "Bagaimana asal muasal tanah menggerus muram, atu debur mendengkur riang" Batang   lemah perangainya, pipinya Membenci tangis. " aku lupa usia Tuhan, tapi aku akan memenggal waktu, jika waktu menghantammu" Daun bersikukuh, "kau tak akan lupa caramu mengajariku menyeka air mata" "Aku merindukan lapuk, do'a adalah ketika angin menggempurku",   dan rantingmu tak akan patah, kala ku memilih jatuh. Dan jangan sekali-kali kau membenci angin, ialah do'a setiap orang yang merindu, kering dan rapuh.   - Wasis Zagara -